gimana nanti apa nanti gimana?
kenapa orang-orang selalu aja ngeliat sesuatu dari hasilnya? pernah ga sih mikirin hasil itu cuman sebagai tolak ukur? kadang kita lupa kalau proses itulah yang lebih penting daripada hasil. dan kadang juga kita lupa kalau hasil lah yang buat kita menyesali keadaan.
contoh aja ya, kalau misalkan lagi ujian. apa yang terfikir di otak kita? nilai bagus? atau punya nilai paling besar diantara semua? nah kayanya kata- kata penghasut itulah yang selalu menjadi alasan kenapa kita menyesal. coba deh, kita sekarang jangan lagi berfikir gimana nanti, karena kalau kita berfikir gimana nanti berarti kita meniatkan dari awalnya untuk mencapai hasil yang bagus, ya dengan liat jawaban temen lah atau apa lah, pokoknya gimana caranya biar si hasil itu sempurna. tapi sebaliknya, kita harus berfikir nanti gimana? kalau kita meniatkan seperti itu pasti dengan kesadaran sendiri kita melakukan proses yang memang harus kita lakukan. dan masalah hasil? tenang aja hasil itu mengikuti ko. kalau memang proses belajar yang kita lakuin udah cocok dengan karakter kita pasti hasil nya akan sesuai. tapi kalau ternyata hasilnya ngga memuaskan? jangan menyesal, tapi usaha lagi dan perbaiki lagi kira-kira proses mana yang ngga cocok. dan aku sekarang mulai ngerti dan paham kenapa orang-orang selalu bilang “menyesal itu ga ada gunanya”. dan akhir-akhir ini kalau ada ujian, aku berdoa ke allah bukan buat ingin dapet nilai paling bagus diantara temen-temen aku. tapi aku minta dikasih yang terbaik yang sesuai dengan apa yang aku usahain selama ini. dan kalau masalah hasil aku bilang just let it flow aja deh yang penting usahanya.
*bukan berarti hasil/nilai itu ngga penting. itu tetep penting, tapi jangan menjadikan hasil itu sebagai titik akhir, tapi jadikan hasil sebagai titik awal proses pembelajaran kita.